togel online
Kapolri Menjawab Tuduhan Kerap Melakukan Kriminalisasi Ulama
Home / Politik / Kapolri Menjawab Tuduhan Kerap Melakukan Kriminalisasi Ulama

Kapolri Menjawab Tuduhan Kerap Melakukan Kriminalisasi Ulama

Kapolri Menjawab Tuduhan Kerap Melakukan Kriminalisasi Ulama

Ngondoy.com – Kapolri Menjawab Tuduhan Kerap Melakukan Kriminalisasi Ulama, Kapolri Jenderal Tito Karnivian tegas menjawab tuduhan tersebut dalam acara ‘Satu Meja’.

Genap berusia 71 tahun, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam perjalanannya telah menghadapi berbagai tantangan dalam penegakan hukum dalam perjalanannya.

Sebelumnya, sebagian masyarakat merasa kinerja Polri dalam menegakkan hukum dianggap tidak proporsional sehingga muncul tuduhan upaya kriminalisasi ulama.

Akhirnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian angkat bicara dalam menjawab semua tuduhan tersebut dalam acara ‘Satu Meja’, (8/7/2017).

Baca Juga : 5 Striker Yang Memiliki Statistik Gol Paling Top di Eropa

Tito menegaskan, klaim kriminalisasi ulama yang ditujukan kepada Polri merupakan upaya ofensif yang dilakukan oleh sekelompok pihak terhadap upaya Polri dalam menegakkkan hukum.

Tito juga mengatakan, kriminalisasi berarti mengada-adakan sebuah kasus perkara tanpa adanya aturan hukum dan fakta yang mengikatnya.

Dalam setiap upaya penegakkan hukum bagi Tito, Polri selalu menegakkan hukum dengan berpegang pada aturan dan fakta yang ada.

“Nah, kalau kita lihat yang dikatakan kriminalisasi ulama tadi, kita lihat perbuatannya. Ada yang dikenakan pasal makar dan juga pasal pornografi. Pasal makar apakah ada faktanya. Ya, faktanya ada. Ada rapatnya. Upaya yang dilakukan untuk menggulingkan pemerintah yang sah,” ungkap Tito.

Dan begitu pula dengan tuduhan kriminalisasi ulama dalam kasus pornografi. Tito menegaskan, ada fakta dan aturan yang mengikat terkait hal tersebut.

Tito menyatakan, dalam kasus pornografi tersebut, Polri telah meminta ahli teknologi informasi dan antropometri tubuh untuk menganalisis keaslian dan kecocokan gambar dan hasilnya telah dipastikan cocok dengan tersangka.

Terkait kasus pornografi (chat mesum), ia mengatakan, pasal pornografi tidak harus perlu menunggu materi pornografi itu tersebar dahulu ke publik. Karena pihak pengirim dan penerima bisa langsung dijerat hukum dengan pasal tersebut tanpa harus menunggu materinya menjadi viral.

Berbeda dengan Undang-undang informasi dan Transaksi Elektronik yang mengharuskan materinya menjadi viral dahulu.

“Sekarang terminologi ulama. Kalau menurut saya ini hanya salah satu trik yang digunakan untuk membuat image sedemikian rupa untuk masyarakat bahwa polisi dianggap main hakim sendiri atau katakanlah menggunakan politik hukum,” tutur mantan kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme itu.

“Saya mengatakan bahwa kita berlakukan asas equality before the law. Persamaan dihadapan hukum. Tanpa ada memandang status sosial, mau dilihat dari sisi laki-laki maupun perempuan, pangkat atau jabatan,” sambung Tito.

Kapolri Menjawab Tuduhan Kerap Melakukan Kriminalisasi Ulama

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Link Alternatif DewaTogel Agen Togel Online Terbaru dan Terupdate

Link Alternatif DewaTogel Agen Togel Online Terbaru dan Terupdate – DewaTogel sudah ...

link alternatif tstoto

Link Alternatif Tstoto Agen Togel Online Terbaru dan Terupdate

Link Alternatif Tstoto Agen Togel Online Terbaru dan Terupdate – Judi togel ...

close
agen togel